Pagi terlewati, Siang pun telah di telusuri demi bertemu kau senja. Kebisuan yang masih berkeliaran selalu menjadi pemenang nya sore ini ! kau hebat, kau rebut senyum itu dari wajah wanita muda itu.
Kenapa diam ? belum puas kau mengambil senyum nya yang seharusnya dapat dilihat oleh langit senja hari ini ?! cara apa yang kau gunakan ? kekuatan apa yang kau pakai ? wajah apa yang kau hadapkan pada wanita itu ? tak mampu kah kau mengartikan raut wajah wanita itu ? atau bahkan kau tau tapi hanya tidak mau tau dan berpura pura tidak tau ?
Wanita itu mengayunkan kedua pipinya seimbang, namun pancaran matanya tak mampu bekerja sama. Wajahnya saja tak ingin berbohong pada mu. Wajahnya saja ingin menyampaikan sesuatu padamu, sesuatu yang semestinya kau tau tanpa ia beritahu.
Kau masih bergelut dengan angan dan ketakutan mu. Kenapa kau tak mencoba membuatnya tersenyum wahai pemuda ! apa ? kau takut ? takut bukan senyum yang akan terukir dari wajah nya !.
Ia mengitari jalan yang berliku bersama kau wahai pemuda, sementara kau masih tetap bersenandung bisu, tak kah kau melihat pancaran wajah nya saja mengalahkan redup nya langit senja, belum kah kau mengerti kenapa ia muram ? kenapa ia tak memancarkan sinar terang di senja ini ? tak terfikirkan kah oleh mu ?
Senyum itu hadir di wajah sang wanita, kenapa bisa ? apa yang terjadi ? senyum itu tertuju pada siapa ? ia tak kuasa melihat kau wahai pemuda !. ia membujuk hati dan bekerjasama dengan wajah nya untuk berani tersenyum untuk mu !. Senyum itu tertuju pada mu wahai pemuda,!. Sadarkah kau ?!
Ia hanya ingin menyadarkan mu dari kebisuan yang kau tanam. Dan lewat senyumnya, ia hanya ingin kau tau bahwa ia selalu mengerti dan berusaha mengerti apa yang sedang kau takut kan.
Senja berujung kelam, ia sudahi percakapan angan bersamanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar