Katakan apa yang ingin kau katakan, ungkapkan apa yang pantas kau ungkapkan..

Sabtu, 21 April 2012

Cinta kata mereka. . .

CINTA, bagi Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Dan bagi mereka cinta itu. .

Rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Mau menerima setiap kesalahan dan rela memaafkan. Ketertarikan kepada orang lain namun masih setia kepada orang yang dicintai. Dengan tulus memberikan hati kita,kehidupan kita, dan kematian kita. Hatipun turut tercabik dan terluka saat si-dia sedang sedih dan sakit. Perasaan ingin selalu membelainya, memeluknya dengan penuh kasih sayang.

Sebuah kata yang mempunyai sejuta makna, yang tak pernah terungkap. Seorang jatuh cinta berasal dari hati, cinta tak pernah bisa dikendalikan, kapan dia datang dan kapan pula dia pergi. Tak seorangpun dapat menentukannya. Cinta tak harus memiliki, cinta bukan paksaan, cinta adalah anugrah dari Tuhan untuk kita semua yang tidak bisa dijadikan permainan.

 Datangnya  tak diundang, bila cinta berputik dan mekar, bahagia dan indahnya tak dapat digambarkan. Hati senantiasa gembira, tetapi sengsara menahan rindu pabila berjauhan. Cinta senantiasa memberi kita harapan untuk hari esok. Cinta itu memang sakti, untuk mereka yang telah menemuinya.

Sesuatu yang memang indah dan menakjubkan, setiap orang pasti pernah mengalaminya, namun untuk lebih memahami cinta itu kita terlebih dahulu menghargainya. Karena sangat disayangkan cinta yang di sia-siakan, seiring berjalannya waktu kita lupa bahwa cinta itu juga merupakan sesuatu yang sangat berharga yang diberikan Tuhan pada kita.

Sebuah pemikiran emosi yang menggelora, yang mana orang yang mencintai dan dicintai akan merasakan berkibarnya hidup dengan bendera cinta itu, dan cinta itu ketika keadaan hati merasuk sebuah perasaan yang dapat membukakan gerbang sayang untuknya.

Untuk menguji hati. Mengasah kesabaran. Mengajarkan penderitaan. Memberi kebahagiaan. Menciptakan kenangan.

Dan menurut ku cinta itu...

Aku tidak seberapa kenal apa itu cinta. tapi ia amat berharga dalam hidup ini. Tidak perlu mempertanyakan apa itu "CINTA", karena tak seorang pun yang dapat mengungkapkan apa itu "CINTA". RASAKANLAH, hanya hati kita masing-masing yang dapat menjawabnya. Cinta hanyalah sebuah ungkapan dari perasaaan seorang hamba, makna cinta takkan pernah habis walau kalian menulis dengan lembaran seluas dunia, karena makna cinta berasal dari Tuhan Sang Pencipta. Cinta itu satu anugerah, Cinta akan indah jika kita tahu cara memanfaatkannya.

Senin, 09 April 2012

ini yang kurasa..

Siang yang begitu terik, matahari sedang mengebu-gebu menyinari alamnya. Langkah itu semakin dekat menuju gerbang coklat yang tertutup rapat, ya gerbang itu adalah gerbang masuk menuju tempat  berlindungnya tubuh ini dari sengatan yang begitu mencekik kulit ini.

Tak senyum, tak pula sapaan yang di dapat setelah beberapa hari meninggalkan tempat ini. Si sulung begitu dingin kurasa, ku tak melihatnya seperti biasanya, dia diam dengan wajah yang asem. Si bungsu masih seperti biasa, selalu menayakan oleh-oleh apa yang kubawakan untuknya.

Kenapa? Apa yang terjadi? yaah, begitu terasa asing dengan kesunyian dari si sulung yang berlagak tak ada apa-apa dengan ku.

Tak terasa telah berlalu dua jam dari pukul 14.00wib aku berteduh dari sengatan matahari. kini saatnya aku bergerak menuju tempat yang selalu memotivasiku menuju gerbang kesuksesan. Sebelum beranjak kesana, aku menyempatkan mampir menjemput wanita yang begitu tangguh yang pernah kutemui di dunia ini. ya, dia Ibu ku, sesampai di tempat yang selalu menyibukkannya, aku mendapatkannya sedang berdiskusi rumit, terlihat dari raut wajah dan keningnya yang begitu mengkerut dengan sedikit senyum miring.
Benar-benar pemandangan yang tak ingin ku lihat, namun apalah daya, udah keliat. haha,-

Dari sela-sela pintu ia mengisyaratkan padaku untuk menunggu di kursi tamu yang tak jauh dari tempatnya. Satu jam berlalu, dan akupun terus menunggunya, terdengar bisik-bisikan kecil dari ruang itu, sedikit tawaan dan sedikit makian. Aku ingin peduli dengan apa yang terjadi, namun sepertinya saat ini aku belum pantas tau tentang apa yang terjadi dengannya dan kerjanya.

"Masuklah nak" panggilnya. Lamunanku terpecah, "ya bu" saut ku. Ku ambil posisi duduk didepan meja yang penuh tumpukan buku dan surat-surat. ku tatap wajahnya yang begitu letih dan penuh kekecewaan, keringat bercucuran dari keningnya, "apakah dia sakit?" tanya ku dalam hati.

Ia menawarkan tawaran yang tak ku duga,"nak, ibu lelah, bagaimana kalau kita pulang saja dan tak mengikuti kegiatan itu?" tanya nya. kecewa raut wajahku terpancar seketika dan saut ku seketika " kenapa tak daritadi ibu bilang, kan aku bisa langsung pergi kalau tau ibu ga pergi, ga perlu menunggu terlalu lama" ucapku sedikit ketus. dia terdiam, aku terdiam dan seketika hening. Tersadarku atas ucapku yang tak pantas, cepat-cepat langsung ku hapus kalimat itu dengan mengatakan " iya, gpp bu, aku juga capek baru sampai di padang, belum sempat istirahat dan sedikit mengantuk, begitu lelah rasanya, sebaiknya kita pulang saja dan istirahat untuk kegiatan esok". senyumnya melegakan ku.

Tak diduga, ketika kami melangkahkan kaki keluar dari tempat yang tak kusuka karena selalu meyibukkannya, ia berkata, kita jalan-jalan dulu cari makanan dan buah. Kurasa dia rindu karena terpisah selama beberapa hari denganku, ia mengabulkan semua pintaku saat itu. Hingga tibalah aku di gerbang coklat itu lagi. Hawa dingin masi terpancar dari si sulung, penasaran itu kembali mengerogotiku, ada apa dengannya. . . ?

Apakah dia cemburu ? ataukah iri ? apakah itu yang ia rasakan terhadapku? aku tak bermaksud membuatnya merasakan hal itu terhadapku. apakah ia cemburu dengan kebebasan dan kepercayaan nya terhadapku? apakah ia iri atas apa yang kuterima darinya? itu masi menjadi tanda tanya bagiku. Namun satu hal yang inigin ku sampaikan padamu, bahwa aku tak pernah bermaksud untuk membuatmu merasa iri ataupun cemburu atas apa yang ku rasa, apa yang kudapat saat ini. Bentuklah kembali kepercayaan darinya untuk mu. Jangan bersikap diam dan acuh terhadapnya karena itu tak akan membantumu disetiap kegiatan yang akan kamu lakukan  nantinya. Ia ingin melihat kamu dengan kesungguhan atas kejujuran dan betapa kamu bisa menjaga dirimu untuknya dan untuk dirimu sendiri. Ketahuilah bahwa Ia begitu menyayangimu yang selalu acuh, ketahuilah Ia tak ingin kamu tersakiti oleh pihak lain yang kamu tinggikan.
Maaf jika kedekatan dan kebebasan darinya membuatmu merasa cemburu ataupun iri sulung :)

Inginku. . .

Terik  Matahari yang mengejutkan kulitku membangunkan jemari dan menyapa pikiranku. Kembali impian akan hal-hal yang ingin aku wujudkan berputar di benakku. Aku harus bisa dan mesti bisa mewujudkannya.

Banyak mentor yang telah melemparkan jurus terjitu untuk menyadarkanku akan mudahnya mewujudkan mimpi itu.

Aku dengan usia ku saat ini yang masih terbilang muda, aku tak akan menyiakan dan menggagalkan mimipiku.

Pengusaha, aku begitu tertarik menjadi seorang pengusaha yang sukses. Tak kan ku persulit jalanku menuju kesuksesan. Meski kini aku telah bermain di bidang pendidikan.

Oke, langkah awal yang akan ku jalani kini adalah, mari bermimpi dan kumpulkan semua angan yang ingin dicapai..

Bagi sebagian kamu yang tak suka bermimpi mungkin ini hanya pembodohan semata, namun bagiku, ini adalah pembodohan menuju SUKSES. Bermimpi lah dan setelah itu mari kita Laksanakan. *VISUALISASIKAN DAN ACTION*
Fighting for me..!! yeaaahhH..

Sabtu, 07 April 2012

Sungai Salak village..

Indah. ini kata  pertama yang terlontar ketika melihat langit sore di Sungai Salak, Batusangkar (05/04/12).
Syahdunya bunyi gesekan dedaunan karena hembusan semilir angin menambah kesempurnaan sore ini.


Ini Liburan ku di batusangkar, liburan ke- 2 ku disini, haha,- Sore itu kami menghabiskan waktu menyaksikan ke elokan paras negri Sungai Salak, desa yang indah, ramah, dan penuh kesederhanaan.





Pada tau ga teman ku ini lagi ngapain ???? hihihi,- nah dia sedang belajar ngambil markisah dengan tongkat. penuh dengan teriakan dan loncatan. seru dehhh.
Yang disamping ini, si dedek kecil namanya Arlan, dia bocah kecil yang cerdik dan menggemaskan. Nah kalo yang di belakangnya itu, itu tuuu yang lagi ngegendong namanya Endah, dia tuh si kakak dari adik nan lucu ini.
 Ooppss, jangan sangka kalo si Arlan berubah jadi "Karo" kecil ini, yang ini kata mereka adalah jenis "karo" bukan monyet, walau aku kurang ngerti ya beda karo sama monyet apa tapi satu yang ku tau mereka sama-sama lucuuuu..
liat aja tuh imuut banget mukanya, manja, uuhHh.uuhHh...
oh ya, namanya si Ciko, (keren banget ya namanya, yah mau gimana lagi, dia dengan terpaksa menerima nama pemberian dari sang Majikan).




 yiHhhaaa.., ini suasan malam di Sungai Salak. kita lagi bikin acaara bakar jagung. itu yang pake baju orange, kami memanggilnya etek, dia yang membantu kami dalam proses bakar-bakaran ini. si etek yang cerewet, ceplas-ceplos dan mengasyikkan. Malam yang sunyi menjadi terasa ramai. hahahaa,-
Cewek kecil berambut panjang ini namanya Mutia, dia anak  dari si etek yang ramah.







Ini kita lagi menunggu dan menanti si jagung matang, ga sabar ingin mencicipi si gosong yang renyah. haha,-





Nyam nyam nyam, enak enak enak, begitu nikmat rasanya. Bukan cuma jagung yang gosong, tapi wajah kita juga ikut gosong. hahah,-





 Bersama mereka, lagi dan lagi. setiap hal menjadi menyenangkan. si coklat, si pink, si ungu. 3 hari menyenangkan berakhir. hahaha,-
Semoga esok kita bisa menikmati liburan bersama lagi :)
















Sepanjang jalan menuju Padang, tak henti-hentinya aku terhipnotis oleh pemandangan alam yang indah. Sungguh indah.