Entah bagaimana awalnya saya bisa menjadi orang yang begitu egois, saya meninggikan kebenaran yang saya rasa dan mengacuhkan beberapa saat perasaan nya ! jahat, iya saya jahat, saya begitu jahat..
Berbagai cara telah saya coba untuk melunakkan ego ini pada mereka yang terkasih, namun apa kehendak pikiran tak sejalan dengan kehendak hati yang masih enggan melunak.
Lagi, disuatu malam saya mencoba kembali ke ruangan yang biasa di tempati bersama, saya ingin mencoba kembali bergabung dengan mereka yang hening, namun wanita itu tetap diam dan hanya menatap, saya takut mengartikan tatapannya, apakah itu tatapan benci ? apakah itu tatapan marah ? apakah itu tatapan kesal ? apakah itu tatapan rindu ? apakah itu tatapan sayang ? apakah itu tatapan malu ! saya takut, sangat takut mengartikannya.
Hei wanita, saya rindu saat kamu mengkhawatirkan saya yang terlambat kembali, saya rindu teguran mu, saya rindu ajakan mu, saya rindu ejekan mu, saya rindu belaian mu, saya rindu canda tawa mu, saya rindu saat kamu ingin ditemani, saya rindu menjemputmu, saya rinduu.. rinduuu...
Apakah ada rindu untuk saya dari mu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar