Katakan apa yang ingin kau katakan, ungkapkan apa yang pantas kau ungkapkan..
Minggu, 23 Desember 2012
Bersama pemateri dan peserta Workshop Jurnalistik
Senin, 26 November 2012
Di dekade berikutnya..
Meskipun perlahan, sangat lambat laun,
ketika itu. sangat cepat peralihan telah mengubah sejarah, dari mulanya biji
disemai ketika dekade terlalui, biji
tumbuh sama persis layaknya inangnya induk begitupun seluruh hal yang pernah
aku saksikan, tak berasa keadaan benar-benar telah berubah, silih berganti,
memberi warna pada riwayat. kala itu datang masih sama - sama datang, hadir
berkumpul bercengkrama, dan lalu waktu berputar, tiba tiba semua telah fana,
lenyap seiring batas waktu, di hari esok, kala dekade telah jauh meninggalkan
lalu, entah apa lagi yang telah terlupakan kisahnya, namun yang pasti cerita
takkan pernah sama alurnya. terlebih manusia datang berulah, peralihan sangat
cepat dampakny..
Kamis, 22 November 2012
Bersama bintang kurangkai..
Dibawah semarak para bintang, ku coba sematkan sejuta angan - angan
agar suatu nanti ketika bisa kembali kubuka lembaran bait ini, menafsirkan
pertanda dari penanggalan perbintangan, sesuatu yang telah menjadi pedoman dari
sebagian keyakinan, aku amati lamat - lamat dari bawah kejauhan, satu persatu
seolah tak ingin kulewatkan satu bintang pun akan tetapi tak satupun pertanda
yang bisa ku ungkap rahasianya, aku malah terbuai oleh kemolekan cahayanya,
begitu gemerlap tampak anggun, membuai kasmara loka, bertebaran dilangit yang
gelap, saat cerahnya hingga ke puncak, aku tenggelam lebih jauh lagi kedalam
halusinasi, bila aku terbang akan kupetikkan satu untuk ibuku tersayang sebagai
tanda ungkapan terimakasih telah melahirkan aku ke dunia fana ini, karena telah
sejak lama aku bermimpi, bila suatu saat nanti aku bisa memberikan sesuatu yang
berharga, sesuatu yang takkan terlupkan harganya, seperti bintang yang sedang
bersinar tapi mungkinkah bagi seorang aku, aku hanya seorang pemimpi, pemberi
janji yang belum jelas kebenarannya tapi aku tak peduli, aku lepaskan semua lamunanku,
khayalan dan mimpi mimpi di batas malam bersama para bintang - bintang kurangkai
ulang cerita takdirku sendiri..
Jumat, 26 Oktober 2012
Pesan dari seorang kakak..
Siang ini (26/10/12), ia (seorang wanita cerdas dan kuat yang telah ku anggap sebagai kakak ku) mengabari bahwa ia akan berangkat Hari minggu (28/1012) jam 15.00 ke kota kelahirannya, sontak jantung ini mulai tak karuan menahan haru, jauh dari nya yang sudah terbiasa menemani ku. Berikut perbincangan kami..
-
Fitrah Mardhatillah Husna
hikkssamn kakitu pastiikkak pastiin buat balik n liat kami disini jugaa - Septi Handayani
hehehe...kakak sayang banget sama kalian...kalau ada kesempatan kakak insyaallah tengokin kalian...una jangan gampang emosian lagi ya....belajar yg rajin....nikmati hidup senyamannya una...tetep jadi una yg periang, cerdas dan bertanggung jawab..kalau ada masalah una masih bisa cerita ke kakak...apa aja..kakak siap mendengarkan...jadi teladan buat adek2 di wp ya....*peluk* - Septi Handayani
una itu adek kakak di padang..sampai kapanpun akan terus seperti itu...meski kita kadang konyol... minimal kita gak pernah pura2 jd orang lain untk bahagia...una harus terus jd diri sendiri ya...kakak sayang una...selalu lakukan yg terbaik ya....bye... - Fitrah Mardhatillah Husna
sayang kakak banget..pasti bakal kangen bgt..kakak juga mesti giat n optimis disana untuk mencapai impiannya ya kak..sukses kakak kebanggaan untk kita disinii..
Chatting itu berakhir, aku tau berat rasanya meninggalkan tempat yang telah di lukis dengan ribuan kenangan..Kepakkan sayap mu disana, Kita akan selalu berkomunikasi meski jarak nanti tak mengizinkan tangan kita saling menggenggam kak :)
Kamis, 25 Oktober 2012
For u Senior :*
Teruntuk Senior ku, Septi Handayani S.Pd.
Terimakasih untuk cinta, perjalanan dan Kenangan ini :)
Una sayang kakak, Wujudkan impianmu kak.. :*
Ini sepenggal perjalanan untuk dikenang, jangan lupakan kami di masa depan..
Terimakasih untuk cinta, perjalanan dan Kenangan ini :)
Una sayang kakak, Wujudkan impianmu kak.. :*
Ini sepenggal perjalanan untuk dikenang, jangan lupakan kami di masa depan..
Senin, 22 Oktober 2012
Diam !
Waktu terasa semakin berlalu tinggallkan cerita tentang kita | akan tiada lagi kini tawa mu tuk hapuskan semua sedih di hati | ada cerita tentang aku dan dia saat kita bersama saat dulu kala |ada cerita tentang masa yang indah, saat kita berduka saat kita tertawa. **Semua tentang kita-Peterpan
ketika lantunan indah suara musik berarak di telinga ku, seketika wajahmu muncul dalam benak ini. Benar ! aku merindukan mu, kamu yang tak biasa dengan diam mu.
Perjalanan apa yang kau lalui ? kisah apa yang telah terukir disana ? aku ingin tau ! cerita apa yang telah aku lewati ? aku ingin tau ! kenapa skenario diam ini terlalu lama ? aku benci ! kenapa harus diam ? apa dengan diam semua akan selesai ? kita teman bukan ? aku, kamu, dia dan mereka.
Jangan juarai hatimu dengan keras nya ego, jika dia salah, ingatkan dia, ajari dia. jangan kau diami dia ! perubahan mu menyiksanya ! percayalah, dia menyayangimu, dia ingin sekali memahami mu yang terlanjur terbakar emosi dalam gundah mu.
begitu juga dengan mu, jangan kau pelihara rasa takut mu, ajari mulut mu untuk menyapa nya terlebih dulu, ajari hatimu untuk lebih lunak lagi dalam melantunkan kalimat padanya, ajari tangan mu untuk mengayunkan jemari mu. Beranikan dirimu untuk memulai nya, jika terlalu lama kau menunggunya untuk menyapa mu.
Ingat lah kembali bagaimana senyum yang kita ukir bersama, derasnya tawa yang kita gambar disaat bersama, indahnya bahasa yang tertuang dalam setiap dialog perjumpaan kita. haruskah diam yang memenangi nya ? haruskah diam menjadi sang juara nya ? teman ! aku tak ingin diam memberikan jarak antara kita, itu menyakitkan ! sungguh.
Aku sangat berharap diam ini tak akan lama. sungguh ingin ku esok kau dan dia kembali ceria.. bersama .. bersama ku dan juga mereka..
ketika lantunan indah suara musik berarak di telinga ku, seketika wajahmu muncul dalam benak ini. Benar ! aku merindukan mu, kamu yang tak biasa dengan diam mu.
Perjalanan apa yang kau lalui ? kisah apa yang telah terukir disana ? aku ingin tau ! cerita apa yang telah aku lewati ? aku ingin tau ! kenapa skenario diam ini terlalu lama ? aku benci ! kenapa harus diam ? apa dengan diam semua akan selesai ? kita teman bukan ? aku, kamu, dia dan mereka.
Jangan juarai hatimu dengan keras nya ego, jika dia salah, ingatkan dia, ajari dia. jangan kau diami dia ! perubahan mu menyiksanya ! percayalah, dia menyayangimu, dia ingin sekali memahami mu yang terlanjur terbakar emosi dalam gundah mu.
begitu juga dengan mu, jangan kau pelihara rasa takut mu, ajari mulut mu untuk menyapa nya terlebih dulu, ajari hatimu untuk lebih lunak lagi dalam melantunkan kalimat padanya, ajari tangan mu untuk mengayunkan jemari mu. Beranikan dirimu untuk memulai nya, jika terlalu lama kau menunggunya untuk menyapa mu.
Ingat lah kembali bagaimana senyum yang kita ukir bersama, derasnya tawa yang kita gambar disaat bersama, indahnya bahasa yang tertuang dalam setiap dialog perjumpaan kita. haruskah diam yang memenangi nya ? haruskah diam menjadi sang juara nya ? teman ! aku tak ingin diam memberikan jarak antara kita, itu menyakitkan ! sungguh.
Aku sangat berharap diam ini tak akan lama. sungguh ingin ku esok kau dan dia kembali ceria.. bersama .. bersama ku dan juga mereka..
Dari aku yang merindukan mu,
F.M.H
Selasa, 09 Oktober 2012
Wanita muda dan senja itu..
Pagi terlewati, Siang pun telah di telusuri demi bertemu kau senja. Kebisuan yang masih berkeliaran selalu menjadi pemenang nya sore ini ! kau hebat, kau rebut senyum itu dari wajah wanita muda itu.
Kenapa diam ? belum puas kau mengambil senyum nya yang seharusnya dapat dilihat oleh langit senja hari ini ?! cara apa yang kau gunakan ? kekuatan apa yang kau pakai ? wajah apa yang kau hadapkan pada wanita itu ? tak mampu kah kau mengartikan raut wajah wanita itu ? atau bahkan kau tau tapi hanya tidak mau tau dan berpura pura tidak tau ?
Wanita itu mengayunkan kedua pipinya seimbang, namun pancaran matanya tak mampu bekerja sama. Wajahnya saja tak ingin berbohong pada mu. Wajahnya saja ingin menyampaikan sesuatu padamu, sesuatu yang semestinya kau tau tanpa ia beritahu.
Kau masih bergelut dengan angan dan ketakutan mu. Kenapa kau tak mencoba membuatnya tersenyum wahai pemuda ! apa ? kau takut ? takut bukan senyum yang akan terukir dari wajah nya !.
Ia mengitari jalan yang berliku bersama kau wahai pemuda, sementara kau masih tetap bersenandung bisu, tak kah kau melihat pancaran wajah nya saja mengalahkan redup nya langit senja, belum kah kau mengerti kenapa ia muram ? kenapa ia tak memancarkan sinar terang di senja ini ? tak terfikirkan kah oleh mu ?
Senyum itu hadir di wajah sang wanita, kenapa bisa ? apa yang terjadi ? senyum itu tertuju pada siapa ? ia tak kuasa melihat kau wahai pemuda !. ia membujuk hati dan bekerjasama dengan wajah nya untuk berani tersenyum untuk mu !. Senyum itu tertuju pada mu wahai pemuda,!. Sadarkah kau ?!
Ia hanya ingin menyadarkan mu dari kebisuan yang kau tanam. Dan lewat senyumnya, ia hanya ingin kau tau bahwa ia selalu mengerti dan berusaha mengerti apa yang sedang kau takut kan.
Senja berujung kelam, ia sudahi percakapan angan bersamanya..
Kenapa diam ? belum puas kau mengambil senyum nya yang seharusnya dapat dilihat oleh langit senja hari ini ?! cara apa yang kau gunakan ? kekuatan apa yang kau pakai ? wajah apa yang kau hadapkan pada wanita itu ? tak mampu kah kau mengartikan raut wajah wanita itu ? atau bahkan kau tau tapi hanya tidak mau tau dan berpura pura tidak tau ?
Wanita itu mengayunkan kedua pipinya seimbang, namun pancaran matanya tak mampu bekerja sama. Wajahnya saja tak ingin berbohong pada mu. Wajahnya saja ingin menyampaikan sesuatu padamu, sesuatu yang semestinya kau tau tanpa ia beritahu.
Kau masih bergelut dengan angan dan ketakutan mu. Kenapa kau tak mencoba membuatnya tersenyum wahai pemuda ! apa ? kau takut ? takut bukan senyum yang akan terukir dari wajah nya !.
Ia mengitari jalan yang berliku bersama kau wahai pemuda, sementara kau masih tetap bersenandung bisu, tak kah kau melihat pancaran wajah nya saja mengalahkan redup nya langit senja, belum kah kau mengerti kenapa ia muram ? kenapa ia tak memancarkan sinar terang di senja ini ? tak terfikirkan kah oleh mu ?
Senyum itu hadir di wajah sang wanita, kenapa bisa ? apa yang terjadi ? senyum itu tertuju pada siapa ? ia tak kuasa melihat kau wahai pemuda !. ia membujuk hati dan bekerjasama dengan wajah nya untuk berani tersenyum untuk mu !. Senyum itu tertuju pada mu wahai pemuda,!. Sadarkah kau ?!
Ia hanya ingin menyadarkan mu dari kebisuan yang kau tanam. Dan lewat senyumnya, ia hanya ingin kau tau bahwa ia selalu mengerti dan berusaha mengerti apa yang sedang kau takut kan.
Senja berujung kelam, ia sudahi percakapan angan bersamanya..
Senin, 08 Oktober 2012
Untukmu Senyawaku..
Hai sayang, saat kamu membaca tulisan ini. ya, pastinya aku sudah bersamamu. membuatkanmu kopi tiap pagi, menyiapkan sarapan dan merapikan bajumu dan segala tindakan menyenangkan lainnya.
Taukah kamu, saat ini apa yang aku rasakan ? ya, saat ini aku memang sedang berada di sebuah jalan bernama penantian. menanti kita berjumpa disebuah persimpangan dan lalu menempuh jalan yang sama hingga merenta dan menutup usia.
aku disaat ini belum tahu seperti apa rupamu, apakah kamu mancung atau pesek !. tapi yang jelas, ketika kamu membaca ini, sungguh aku tak peduli. hidung mu, nafas yang keluar dari situ sudah menjadi bagian dari nyawaku.
aku di saat ini mungkin belum tau jelas bagaimana suaramu, tapi aku yakin saat kau baca tulisan ini. suaramu adalah nada terindah yang ku ingin selalu tertiup di telingaku.
aku di saat ini mungkin belum tau bagaimana bentuk matamu, tapi aku yakin saat kau baca ini. matamu adalah pancaran sinar yang menerangkan setiap langkahku.
oh kek asih hati sampai mati..
saat aku menulis ini, aku memang masih sendiri, tapi tak mengapa. aku menikmati masa ini, karena akan ada ribuan hari yang akan kujalani dengan tak sendiri nanti. ya, bersamamu tentunya. sedetik kutunggu, selangkah kau mendatangiku. bersamaan itu, kusiapkan hati agar kau tau, aku selalu menjaganya hati-hati untukmu..
saat kau membaca ini. kau, satu - satunya yang kutunggu. terimakasih atas segala waktu yang terlewati. aku mencintaimu, dari dulu, kini, dan nanti..
salam sayang, dariku kini. senyawamu, bertahun - tahun lalu.
NB : Selesai kau baca ini, ciumlah aku :)
Taukah kamu, saat ini apa yang aku rasakan ? ya, saat ini aku memang sedang berada di sebuah jalan bernama penantian. menanti kita berjumpa disebuah persimpangan dan lalu menempuh jalan yang sama hingga merenta dan menutup usia.
aku disaat ini belum tahu seperti apa rupamu, apakah kamu mancung atau pesek !. tapi yang jelas, ketika kamu membaca ini, sungguh aku tak peduli. hidung mu, nafas yang keluar dari situ sudah menjadi bagian dari nyawaku.
aku di saat ini mungkin belum tau jelas bagaimana suaramu, tapi aku yakin saat kau baca tulisan ini. suaramu adalah nada terindah yang ku ingin selalu tertiup di telingaku.
aku di saat ini mungkin belum tau bagaimana bentuk matamu, tapi aku yakin saat kau baca ini. matamu adalah pancaran sinar yang menerangkan setiap langkahku.
oh kek asih hati sampai mati..
saat aku menulis ini, aku memang masih sendiri, tapi tak mengapa. aku menikmati masa ini, karena akan ada ribuan hari yang akan kujalani dengan tak sendiri nanti. ya, bersamamu tentunya. sedetik kutunggu, selangkah kau mendatangiku. bersamaan itu, kusiapkan hati agar kau tau, aku selalu menjaganya hati-hati untukmu..
saat kau membaca ini. kau, satu - satunya yang kutunggu. terimakasih atas segala waktu yang terlewati. aku mencintaimu, dari dulu, kini, dan nanti..
salam sayang, dariku kini. senyawamu, bertahun - tahun lalu.
NB : Selesai kau baca ini, ciumlah aku :)
Minggu, 07 Oktober 2012
Apakah ada rindu untuk saya ?
Entah bagaimana awalnya saya bisa menjadi orang yang begitu egois, saya meninggikan kebenaran yang saya rasa dan mengacuhkan beberapa saat perasaan nya ! jahat, iya saya jahat, saya begitu jahat..
Berbagai cara telah saya coba untuk melunakkan ego ini pada mereka yang terkasih, namun apa kehendak pikiran tak sejalan dengan kehendak hati yang masih enggan melunak.
Lagi, disuatu malam saya mencoba kembali ke ruangan yang biasa di tempati bersama, saya ingin mencoba kembali bergabung dengan mereka yang hening, namun wanita itu tetap diam dan hanya menatap, saya takut mengartikan tatapannya, apakah itu tatapan benci ? apakah itu tatapan marah ? apakah itu tatapan kesal ? apakah itu tatapan rindu ? apakah itu tatapan sayang ? apakah itu tatapan malu ! saya takut, sangat takut mengartikannya.
Hei wanita, saya rindu saat kamu mengkhawatirkan saya yang terlambat kembali, saya rindu teguran mu, saya rindu ajakan mu, saya rindu ejekan mu, saya rindu belaian mu, saya rindu canda tawa mu, saya rindu saat kamu ingin ditemani, saya rindu menjemputmu, saya rinduu.. rinduuu...
Apakah ada rindu untuk saya dari mu ?
Berbagai cara telah saya coba untuk melunakkan ego ini pada mereka yang terkasih, namun apa kehendak pikiran tak sejalan dengan kehendak hati yang masih enggan melunak.
Lagi, disuatu malam saya mencoba kembali ke ruangan yang biasa di tempati bersama, saya ingin mencoba kembali bergabung dengan mereka yang hening, namun wanita itu tetap diam dan hanya menatap, saya takut mengartikan tatapannya, apakah itu tatapan benci ? apakah itu tatapan marah ? apakah itu tatapan kesal ? apakah itu tatapan rindu ? apakah itu tatapan sayang ? apakah itu tatapan malu ! saya takut, sangat takut mengartikannya.
Hei wanita, saya rindu saat kamu mengkhawatirkan saya yang terlambat kembali, saya rindu teguran mu, saya rindu ajakan mu, saya rindu ejekan mu, saya rindu belaian mu, saya rindu canda tawa mu, saya rindu saat kamu ingin ditemani, saya rindu menjemputmu, saya rinduu.. rinduuu...
Apakah ada rindu untuk saya dari mu ?
Senin, 01 Oktober 2012
Rasa apa ini ? aku tidak bisa senyum dengan baik !
Setelah beberapa minggu terlewati, malam ini (1 oktober 2012)
saya tak mampu membendungnya lagi. Rasa yang bergejolak di dalam dada ini ingin
segera keluar, ia mendobrak jantung ku, ia jahati mata ku hingga akhirnya
sesuatu yang tak semestinya malam ini bercucuran.
Rasa yang entah bagaimana ku ungkapkan, sesak di dada yang
membuatku sulit untuk bernafas, mata yang tetiba mulai perih, dan seluruh badan
ini terasa lemah tak berdaya. Dan akhirnya aku hanya mampu tersandar di dinding
yang beralaskan bantal dan teman teman kecil ku para hewan lucu yang tak bisa
bicara.
Ini rasa yang mungkin sesekali kurasakan, namun ini begitu
membuatku tersiksa. Di dalam sebuah keluarga adanya cekcok itu biasa. Karen itu
akan memperhangat hubungan di keluarga. Iya, aku memang sudah terbiasa berada
di keluarga ini. Keluarga yang tidak jelas pengaturan rasanya. Keluarga yang
masih malu mengakui adanya rasa senang, bahagia, sedih, kecewa, marah dan rasa
apapun itu yang ada di dunia ini.
Adanya kebebasan dalam pengungkapan rasa itu wajar kan ?
kita keluarga ! hingga saat ini aku berumur 20 tahun saja, aku belum pernah
melihat adanya keterbukaan dikeluarga ini, yang aku tau di sini adalah aku,
kamu, dia sibuk dengan urusan kita masing – masing, urusan yang lain ? oh itu, “iya
nanti butuh apa bilang saja ! “ hanya kata itu yang selalu kamu ucapkan.
Aku memang harus bersyukur dengan apa yang tuhan berikan
kepadaku saat ini, terutama aku bersyukur berada ditengah keluarga yang aneh
menurut ku ini. Meski aneh, bersama mereka lah aku tumbuh dan dibesarkan,
bersama mereka juga aku di didik hingga menjadi seorang gadis yang bisa berbaur
dengan orang disekeliling ku, dan bersama mereka juga aku mampu memahami
berbagai rasa yang sebelumnya aku tak ketahui, dan bersama mereka aku belajar
bagaimana cara mengontrol emosi ku, bersama mereka keluarga ku aku belajar
memahami karekter manusia, bersama mereka juga aku mampu menginjak kan kaki ku
hingga ke jenjang perkuliahan. Keluarga ku hebat.
Rasa ini, aku tau rasa ini nanti akan berganti dengan rasa yang
lainnya di lain waktu, meski tak kan cepat rasa ini lenyap dari hati ku saat
ini. Tapi aku yakin ini akan terlewati. Karena ini bukan lah yang pertama kali
kurasakan, ini adalah rasa yang kesekian kali yang harus aku kendalikan.
Rabu, 26 September 2012
HappY birthdaY kakak ƪ(♥ε♥)ʃ”
Pertama tama na mau ucapin HAPPY BIRTHDAY kakak :*:* yang kedua dua nya na mau bilang MAAF kak udah bikin blepotan hari ini, hahahaha
si kakak ini adalah senior saya di WePe, kakak paling heboh n ngangenin..
Maaapp sekali lagi kak, sebenernya na ga maksud, ga maksud ga bikin kakak blepotan, wkwkwk. bangun tidur pagi tadi na dapat hidayah buat bikin kakak jadi badut. sumpah deh itu semua hanya lah hasrat terpendam sebelum na ga bisa ngelakuin itu ke kakak.. haha
Ga tega awalnya, tapi tadi itu perdana na lemparin telur ke orang. dan orang yang pertama kali kena ceplokan telur dari tangan termanis na adalah kakak. hahaha *sesuatu yah*.
Nah, sekarang na mau liatin nih wajah si kakak yang udah pasrah mau di jadiin *septi kukus*.. hahaha
beeuuhh, serius deh kalo di kukus rasanya lumayan aseem. hehee. ini baru serangkaian acara buat kakak, buat senior paling heboh n ga bisa diem kalo udah ngumpul. Sebentar lagi kakak wisuda, dan kita yang disini bakalan ditinggal dengan kenangan mu.. kenapa mesti balik ke purwokerto sih kak..??!!! yah, mau ga mau mesti balik ya kan, menunaikan tugas mu menjadi anak yang berbakti :)
si kakak ini adalah senior saya di WePe, kakak paling heboh n ngangenin..
Maaapp sekali lagi kak, sebenernya na ga maksud, ga maksud ga bikin kakak blepotan, wkwkwk. bangun tidur pagi tadi na dapat hidayah buat bikin kakak jadi badut. sumpah deh itu semua hanya lah hasrat terpendam sebelum na ga bisa ngelakuin itu ke kakak.. haha
Ga tega awalnya, tapi tadi itu perdana na lemparin telur ke orang. dan orang yang pertama kali kena ceplokan telur dari tangan termanis na adalah kakak. hahaha *sesuatu yah*.
Nah, sekarang na mau liatin nih wajah si kakak yang udah pasrah mau di jadiin *septi kukus*.. hahaha
Sekali lagi Happy Birthday kakak ƪ(♥ε♥)ʃ”
Langganan:
Postingan (Atom)


