Setelah beberapa minggu terlewati, malam ini (1 oktober 2012)
saya tak mampu membendungnya lagi. Rasa yang bergejolak di dalam dada ini ingin
segera keluar, ia mendobrak jantung ku, ia jahati mata ku hingga akhirnya
sesuatu yang tak semestinya malam ini bercucuran.
Rasa yang entah bagaimana ku ungkapkan, sesak di dada yang
membuatku sulit untuk bernafas, mata yang tetiba mulai perih, dan seluruh badan
ini terasa lemah tak berdaya. Dan akhirnya aku hanya mampu tersandar di dinding
yang beralaskan bantal dan teman teman kecil ku para hewan lucu yang tak bisa
bicara.
Ini rasa yang mungkin sesekali kurasakan, namun ini begitu
membuatku tersiksa. Di dalam sebuah keluarga adanya cekcok itu biasa. Karen itu
akan memperhangat hubungan di keluarga. Iya, aku memang sudah terbiasa berada
di keluarga ini. Keluarga yang tidak jelas pengaturan rasanya. Keluarga yang
masih malu mengakui adanya rasa senang, bahagia, sedih, kecewa, marah dan rasa
apapun itu yang ada di dunia ini.
Adanya kebebasan dalam pengungkapan rasa itu wajar kan ?
kita keluarga ! hingga saat ini aku berumur 20 tahun saja, aku belum pernah
melihat adanya keterbukaan dikeluarga ini, yang aku tau di sini adalah aku,
kamu, dia sibuk dengan urusan kita masing – masing, urusan yang lain ? oh itu, “iya
nanti butuh apa bilang saja ! “ hanya kata itu yang selalu kamu ucapkan.
Aku memang harus bersyukur dengan apa yang tuhan berikan
kepadaku saat ini, terutama aku bersyukur berada ditengah keluarga yang aneh
menurut ku ini. Meski aneh, bersama mereka lah aku tumbuh dan dibesarkan,
bersama mereka juga aku di didik hingga menjadi seorang gadis yang bisa berbaur
dengan orang disekeliling ku, dan bersama mereka juga aku mampu memahami
berbagai rasa yang sebelumnya aku tak ketahui, dan bersama mereka aku belajar
bagaimana cara mengontrol emosi ku, bersama mereka keluarga ku aku belajar
memahami karekter manusia, bersama mereka juga aku mampu menginjak kan kaki ku
hingga ke jenjang perkuliahan. Keluarga ku hebat.
Rasa ini, aku tau rasa ini nanti akan berganti dengan rasa yang
lainnya di lain waktu, meski tak kan cepat rasa ini lenyap dari hati ku saat
ini. Tapi aku yakin ini akan terlewati. Karena ini bukan lah yang pertama kali
kurasakan, ini adalah rasa yang kesekian kali yang harus aku kendalikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar