Dari balik jendela yang dipenuhi embun akibat hujan sore ini, ku tertegun tak hiraukan semua suara yang memanggil. Ribut seketika terasa sunyi, aku masuk ke dunia yang hanya aku dan pikiran ku yang mampu mengetahuinya, apa. apa apa ?? apalagi yang menjadi beban oleh mu?? aku tau, tapi tak ingin mengetahui apa yang ku pikirkan ini, semua ini sangat menyiksa, ini itu ini itu hHaaahhh...!! aku MUAK..
Seketika ku ingin cepat lepas, lepas dari semua belenggu yang ada..!! lepas dari semua yang sungguh membebaniku, LEPAS...!! itu yang ku ingin.
Sadarlah, kuatkan dirimu..!! buktikan kamu kuat dan mampu..!! aku percaya itu..
Aku ingin Mampu, aku ingin Kuat, aku INGIN.. tapi untuk itu semua aku tak sanggup sendiri, sendiri yang terbelenggu, mereka tertawa, mereka tersenyum, mereka berteriak, mereka ingin ini, mereka ingin itu, tapi mereka tak membantu ku untuk bisa mewujudkannya, Aku butuh kalian, karena aku tak mampu jika sendiri disini.
Kegelisahan menghampiri disaat seorang sahabat sekaligus rekan kerja ingin mengatakan sesuatu yang sulit untuk dikatakannya padaku, sepertinya aku tau, aku tau apa yang akan ia ucapkan, namun aku tak kuat untuk mendengarnya, sungguh tak kuat dan tak ingin mendengarnya, aku paham apa yang terjadi padanya saat ini, aku mengerti tapi aku tak ingin mengerti dengan hal yang akan di sampaikannya. aku tak ingin sedikitpun mengerti..!! Tetaplah, hingga saat nya berakhir sobat,. bantu aku disini.. jangan buat aku jadi asing untuk bersikap karena tingkahmu yang membingungkan ku untuk bersikap.
Kekecewaan hadir ketika dia dia dia menghilang begitu saja, menghilang dengan semua kebisuannya, mana suara mu yang lantang dengan berbagai ide? mana pendapat mu yang menjengkelkan dan selalu di tunggu-tunggu? mana tindakanmu yang selalu ingin kau lihatkan padaku. semua hanya omong kosong yang menyakitkan.
Kehadiran Kupu-kupu kecil yang baru belajar mengepakkan sayap di hadapku menuntun bibirku untuk tersenyum, mereka lebih dari apa yang ku bayangkan, banyak harap yang ingin ku letakkan dipundaknya kelak.
Seketika terpikir akan dirinya. Perih,. "Kata-kata mu sungguh manis wahai pembual" Sesaat ku merasa terbuai, namun akhirnya ku tau dan harus mengerti bahwa ini hanya bualan para pembual. perih memang harus melupakan hal yang baru ku mengerti ini, Kali ini aku mampu merasakan semua rasa ini, bahagia, kecewa.. memang perih namun inilah kenyataannya.
Hujan masih membasahi bumi, kedatangangan nya membuyarkan lamunanku di kesunyian ruang yang sepi ini. bahagia. tentu saja bahagia, ia datang di saat ku sendiri disini, memang tak biasanya ia meluangkan waktu, dan tak biasanya juga aku terlalu cepat menghuni tempat yang sunyi ini, namun ku bersyukur karena ia masih memberi perhatiannya, melambung ku dibuatnya. Ia menyiapkan segala kebutuhanku karena ia tak bisa berlama-lama menemaniku disini, aku bisa pahami itu kini.
(TeriakKu berawal di 01 dan berakhir di 29)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar