Katakan apa yang ingin kau katakan, ungkapkan apa yang pantas kau ungkapkan..

Senin, 27 Februari 2012

Sibuk lagi. Lagi-lagi sibuk..!!

 KELUARGA..
Apa yang kamu tau tentang keluarga sobat..??
hmm, mungkin bagi kebanyakan orang memaknai keluarga itu seperti ini ; keluarga itu tempat dimana kita bersandar disaat susah, senang,. keluarga tempat berbagi cerita, keluarga itu adalah bilik tawa, keluarga itu adalah suatu perkumpulan yang menyenangkan yah, itu pendapat bagi sebagian orang yang beruntung memiliki OrangTua yang handal dalam membagi waktu untuk pekerjaan dan waktu untuk anak, Pandai dalam mendidik dan mengarahkan anak-anak nya.

Namun, tak banyak anak yang bisa merasakan keindahan makna keluarga itu, kesibukan orang tua yang selalu menjadi tombak permasalahannya. Lain dari itu, Konflik yang kerap kali menghampiri ialah keluarga yang tulang punggung nya adalah seorang IBU, tak seperti kebanyakan keluarga lainnya yang bisa dikatakan normal dengan seorang AYAH yang menjadi tulang punggung keluarga dan sang IBU tetap pada perannya dalam memperhatikan anak dan seisi keluarga.

Disaat seorang ibu harus berganti peran dengan seorang ayah, disaat itulah berbagai masalah akan muncul, saat Pagi yang seharus nya menjadi ajang berkumpul, sarapan bersama dan berbincang tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan seharian nanti. tak ada lagi, berganti dengan "ibu pergi dulu, uang jajan kalian ada di atas meja makan, nanti ibu pulang telat, kalo ada apa-apa telfon ibu aja, jangan sampe telat masuk sekolahnya dek, trus kalo udah selesai kuliah langsung pulang jangan main kemana-mana ya kak..!!"

Malam, saat yang mengasyikkan katanya, saat yang ditunggu-tunggu oleh sebagian anak-anak, saat dimana seorang anak ingin menceritakan segala kejadian, kegiatan, hal lucu, hal menarik yang terjadi padanya selama berkegiatan. Namun yang terjadi " nanti saja ceritanya, ibu capek, daritadi belum istirahat, sudah makan? kalo belum itu ibu sudah belikan sambal, ibu mau istirahat dulu, jangan diganggu ya..!!

Apapun barang yang di inginkan si anak, apa yang diminta oleh si anak memang tak pernah tak di kabulkan oleh orang tua, namun jika orangtua menganggap dengan cara seperti itu saja si anak bisa bahagia dan nyaman dengan keluarganya itu salah besar. Orangtua sibuk bekerja mencari uang dengan alasan kasih dan mempersiapkan masa depan anak. Tentu saja alasan ini sah-sah saja. Tapi sadarkah orangtua bahwa ketika ‘sibuk’ dengan persoalan mereka maka para anak mengalami rasa ‘kehilangan’ dalam hidup nya.

Kehilangan ini bukan dalam bentuk fisik tetapi lebih banyak dalam bentuk perhatian dan kasih sayang. Mereka bertumbuh besar di bawah asuhan para suster, pembantu, syukur-syukur kalau masih ada kakek dan nenek yang menolong memperhatikan.


Apa yang terjadi pada si anak jika setiap hari dia mendapat perlakuan seperti itu.?

Dampaknya bagi seorang anak ketika mereka ‘kehilangan’ orangtua dalam persoalan ini? Umumnya anak akan mencari perhatian dari orangtua dan mereka akan melakukan berbagai cara. Ada tindakan yang positif, ada juga tindakan yang negatif. Ada anak yang mencari perhatian dengan belajar mati-matian agar memperoleh hasil studi yang sangat bagus (berprestasi). Tapi ada juga anak yang kemudian melakukan “hal-hal aneh” atau kenakalan-kenakalan agar orangtuanya melihat dan memperhatikan mereka.

Apa yang harus dilakukan? Tentunya Orangtua harus berusaha membatasi ‘kesibukan’ agar anak-anak juga  bisa mendapat perhatian. Perhatian itu bukan hanya dalam bentuk barang (materi) tetapi juga ketika orangtua membuka jalur komunikasi kepada anak, mau mendengarkan mereka dan menyediakan waktu bagi mereka. Jika orang tua ingin anaknya menjadi baik, orang tua harus menjadi contoh yang baik. Kebiasaan-kebiasaan orang tua akan ditiru oleh anak, karena orang tua adalah guru dalam kehidupan  si anak.

“satu sentuhan lebih berharga daripada seribu kata-kata”. apakah sobat sekalian pernah mendengar kalimat iklan ini..? hHaha,- saya sepakat dengan kalimat tersebut bahwa Sentuhan dari orangtua merupakan pembelajaran bagi anak, ia bisa merasa aman dan disayangi orangtuanya.

Sekian, semoga bermanfaat yah tulisan ini.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar