Keras kepala + ego tinggi = makan hati. Begitukah ? entahlah..
Katanya, kalau lebih dari tiga hari ga sapaan sama orang yang lagi di
ngambekin itu dosa. Iya saya tau. Cuma,
sebesar apapun keinginan untuk menyapa duluan itu, pas udah nyampe didepan
orang yang bersangkutan mendadak rasa pengen nyapanya hilang entah kemana,
entah dimaling siapa, GENGSI. Iya gengsi dan ego yang nyuri ! aahh.. sulit
sekali bagi saya, dan saya tau ini juga sulit baginya..
Ini bukan yang pertama kali, ini sudah kali kesekian saya dan ia cek
cok begini, biasa memang permasalahannya, namun tetap saja ia tak ingin
jawabannya dibantah dan apa yang disampaikannya itu benar + harus dituruti. MENYEBALKAN
! memang !
Durhaka, saya tau itu.. tapi jika apa yang dilakukan itu tidak salah,
ya siapa yang mau disalahin coba ! sekuat dan sekeras apapun ia menyalahkan,
saya tetap akan membantah bahwa bantahannya itu salah, namun apa mau di kata,
kembali kepada kebijakannya, “ apa yang ia sampaikan benar dan tak dapat
dibantah!.” Aahhh -_- komunikasi satu
arah seperti ini sungguh sungguh sungguuuuh memuakkan.
Maaf, maaf, maaf...
Saat ini saya sudah 20 tahun, selama itu apapun itu saya turuti, namun
untuk hal sepele semacam ini anda membuat hati ini begitu memberontak. Maaf,
saya sangat tak ingin menjadi orang yang keras kepala dan menjengkelkan untuk
anda. Namun sikap anda yang membuat saya seperti ini. Maaf jika hingga saat ini
saya masih belum bisa menyapa anda dengan baik. Saya butuh proses..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar